PENGERTIAN SEL ELKTROKIMIA
Transfer elektron pada reaksi redoks
dalam larutan berlangsung melalui kontak langsung antara partikel-partikel
berupa atom , molekul atau ion yang saling serah terima elektron. Pembahasan
transfer elektron melalui sirkuit luar sebagai gejala listrik, dan reaksi
redoks yang seperti ini akan dipelajari pada elektrokimia.
Sel elektrokimia merupakan suatu sel
atau tempat terjadinya aliran elektron yang disebabkan oleh perubahan energi
kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya. Sel ini dikelompokkan menjadi dua
macam yaitu :
1. Sel Volta
2. Sel Elektrolisis
Sel Volta melibatkan perubahan
energi kimia menjadi energi listrik sedangkan sel elektrolisis melibatkan
perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Bagaimanakah proses terjadinya
perubahan energi tersebut?
Sel Volta (sel galvani) memanfaatkan
reaksi spontan (∆G < 0) untuk membangkitkan energi listrik, selisih energi
reaktan (tinggi) dengan produk (rendah) diubah menjadi energi listrik. Sistem
reaksi melakukan kerja terhadap lingkungan
Sel Elektrolisa memanfaatkan energi
listrik untuk menjalankan reaksi non spontan (∆G > 0) lingkungan melakukan
kerja terhadap sistem
Kedua tipe sel menggunakan
elektroda, yaitu zat yang menghantarkan listrik antara sel dan lingkungan dan
dicelupkan dalam elektrolit (campuran ion) yang terlibat dalam reaksi atau yang
membawa muatan.
KOMPONEN SEL VOLTA
Rangkaian sel elektrokimia pertama
kali dipelajari oleh LUIGI GALVANI (1780) danALESSANDRO
VOLTA (1800). Sehingga disebut sel Galvani atau sel Volta. Keduanya
menemukan adanya pembentukan energi dari reaksi kimia tersebut. Energi yang
dihasilkan dari reaksi kimia sel Volta berupa energi listrik
Sel Volta terdiri atas elektroda
(logam seng dan tembaga) larutan elektrolit (ZnSO4 dan CuSO4), dan jembatan
garam (agar-agar yang mengandung KCl). Logam seng dan tembaga bertindak sebagai
elektroda. Keduanya dihubungkan melalui sebuah voltmeter. Elektroda tempat
berlangsungnya oksidasi disebut Anoda (elektroda negatif), sedangkan elektroda
tempat berlangsungnya reduksi disebut Katoda (elektroda positif)
ELEKTRODA
Elektroda terbagi menjadi dua jenis
yaitu anoda dan katoda
Setengah reaksi oksidasi terjadi di
anoda. Elektron diberikan oleh senyawa teroksidasi (zat pereduksi) dan
meninggalkan sel melalui anoda
Setengah reaksi reduksi terjadi di
katoda. Elektron diambil oleh senyawa tereduksi (zat pengoksidasi) dan masuk
sel melalui katoda.
Setengah sel oksidasi: anoda berupa
batang logam Zn dicelupkan dalam ZnSO4
Setengah sel reduksi: katoda berupa
batang logam Cu dicelupkan dalam CuSO4
Terbentuk muatan relatif pada kedua
elektroda dimana anoda bermuatan negatif dan katoda bermuatan positif
Kedua sel juga dihubungkan oleh
jembatan garam yaitu tabung berbentuk U terbalik berisi pasta elektrolit yang
tidak bereaksi dengan sel redoks gunanya untuk menyeimbangkan muatan ion
(kation dan anion)
Dimungkinkan menggunakan elektroda
inaktif yang tidak ikut bereaksi dalam sel volta ini misalnya grafit dan
platinum.
NOTASI SEL VOLTA
•Sel Volta dinotasikan dengan cara
yang telah disepakati (untuk sel Zn/Cu2+)
Zn(s)|Zn2+(aq)║Cu2+(aq)|Cu(s)
Bagian anoda (setengah sel oksidasi)
dituliskan disebelah kiri bagian katoda
Garis lurus menunjukkan batas fasa
yaitu adanya fasa yang berbeda (aqueous vs solid) jika fasanya sama maka
digunakan tanda koma
Untuk elektroda yang tidak bereaksi
ditulis dalam notasi diujung kiri dan ujung kanan.
POTENSIAL SEL
Sel volta menjadikan perubahan energi
bebas reaksi spontan menjadi energi listrik
Energi listrik ini berbanding lurus
dengan beda potensial antara kedua elektroda (voltase) atau disebut juga
potensial sel (Esel) atau gaya electromotive (emf)
Untuk proses spontan Esel > 0,
semakin positif Esel semakin banyak kerja yang bisa dilakukan oleh sel
Satuan yang dgunakan 1 V = 1 J/C
Potensial sel sangat dipengaruhi
oleh suhu dan konsentrasi, oleh karena itu potensial sel standar diukur pada
keadaan standar (298 K, 1 atm untuk gas, 1 M untuk larutan dan padatan murni
untuk solid).
POTENSIAL SEL STANDAR
Potensial elektroda standar adalah
potensial yang terkait dengan setengah reaksi yang ada (wadah elektroda)
Menurut kesepakatan potensial
elektroda standar selalu ditulis dalam setengah reaksi reduksi
Bentuk teroksidasi + ne à bentuk
tereduksi E 1/2 sel
Potensial elektroda standar seperti
halnya besaran termodinamika dapat dibalik dengan mengubah tandanya
E sel = E katoda – E anoda
Ilmuwan telah menyepakati untuk
memilih setengah reaksi rujukan dengan nilai 0 untuk reaksi:
2H+(aq, 1 M) + 2e à H2(g, 1
atm) Eorujukan = 0
H2(g, 1 atm) à 2H+(aq, 1 M) + 2e
–Eorujukan = 0
Dengan nilai rujukan ini kita bisa
menyusun sel volta yang menggunakan elektroda hidrogen standar sebagai salah
satu elektrodanya dan mengukur potensial sel dengan alat ukur, kemudian kita
dapat menentukan potensial elektroda standar banyak zat secara luas.
Semua nilai adalah relatif terhadap
elektroda hidrogen standar (referensi)
2H+ (aq, 1 M) + 2e Û H2 (g, 1 atm)
Menurut konvensi semua setengah
reaksi ditulis sebagai reaksi reduksi artinya semua reaktan pengoksidasi dan
semua produk pereduksi
Nilai Eo yang diberikan adalah
setengah reaksi tertulis, semakin positif nilainya semakin besar kecenderungan
reaksi tersebut terjadi
Nilai Eo memiliki nilai yang sama
tetapi berbeda tanda jika reaksinya kita balik
Berdasarkan tabel semakin keatas
semakin oksidator dan semakin kebawah semakin reduktor.
REAKSI REDOKS SPONTAN
Setiap reaksi redoks adalah jumlah
dari kedua setengah reaksi, sehingga akan ada reduktor dan oksidator
ditiap-tiap sisi reaksi
Berdasarkan tabel maka reaksi
spontan (Eosel> 0) akan terjadi antara oksidator (sisi reaktan) dan reduktor
(sisi produk) yang terletak dibawahnya
Misal Cu2+ (kiri) dan Zn (kanan)
bereaksi spontan dan Zn terletak dibawah Cu2+
Logam yang dapat menggantikan H2
dari asam. Ambil salah satu logam, tuliskan reaksi oksidasinya lalu jumlah
untuk memperoleh Eosel jika positif maka H2 akan terlepas
Logam yang tidak dapat menggantikan
H2, dengan langkah yang sama, namun jika hasilnya Eosel < 0, maka reaksi
tidak spontan
Logam yang dapat menggantikan H2
dari air, logam yang terletak dibawah reduksi air
Logam yang dapat menggantikan logam
lain dari larutannya, yaitu logam yang terletak dibagian bawah tabel dapat mereduksi
logam yang terletak dibagian atas tabel.
Pengaruh Konsentrasi terhadap
Potensial Sel
Sejauh ini potensial sel standar
diukur dari potensial setengah sel juga pada keadaan standar sementara
kebanyakan sel volta tidak beroperasi pada keadaan standarnya
Berdasarkan persamaan yang telah
diketahui:
∆G = ∆Go + RT ln Q sedangkan
∆G = -nFEsel juga ∆Go = -nFEosel
sehingga
-nFEsel = -nFEosel + RT ln Q
Esel = Eosel – (RT/nF) ln Q
Aplikasi Persamaan Nernst
Saat Q < 1 sehingga [reaktan]
> [produk] maka Esel > Eosel
Saat Q = 1 sehingga [reaktan] =
[produk] maka Esel = Eosel
Saat Q > 1 sehingga [reaktan]
< [produk] maka Esel < Eosel
Jika kita memasukkan nilai R dan T
pada 298
Esel = Eosel – (0,0592 V/n) log Q
(pada 25oC)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar