Sabtu, 28 Maret 2020

soal elektroplating

Elektroplating (penyepuhan) adalah proses pelapisan logam dengan logam yang lebih tipis melalui prinsip bahwa logam yang akan disepuh diperlakukan sebagai katoda, dan logam penyepuh diperlakukan sebagai anoda. Dalam penyepuhan, kedua elektroda dimasukkan dalam larutan elektrolit, yaitu larutan yang mengandung ion logam penyepuh. Elektroplating juga dapat didefinisikan sebagai pelapisan logam pada benda padat konduktif dengan bantuan arus listrik. Jika akan menyepuh benda dengan krom, maka anoda yang digunakan adalah krom dan larutan elektrolit adalah asam kromat (H2CrO4). Jika elektroplating perak, tentu perak sebagai anoda dan larutannya adalah perak nitrat.
Pada elektroplating maka logam dasar seperti besi, tembaga, kuningan, seng, dan aluminium dilapisi oleh berbagai variasi logam yang kebanyakan adalah tembaga (copper), nikel, kromium, seng, cadmium, dan tin juga beberapa logam mulia seperti perak, emas, rhodium, paladium dan platinum.
Berdasarkan teori diatas, jelaskan proses penyepuhan logam besi dengan perak!
Untuk mempermudah menjawab, silahkan isi titik² dibawah ini!

1. Katoda (elektroda negatif) = .....
Berilah penjelasan beserta reaksi elektrolisianya

Sabtu, 15 Februari 2020

gusti

aneh dengan maghrib ini..
tiba² kakak marah².. muni²..
tiba² suami diam tanpa sebab..
aku tuh bingung..
ibu.. aku merindukanmu..
disaat aku butuh ibu.. 
ibu ga ada disampingku..
😭😭😭

Khanzania Ramadhani Ikhsan

Anugerah terindah..
20 Mei 2019, telah lahir anakku.. Khanzania Ramadhani Ikhsan
nama yang kami berikan. Kami harap dia akan menjadi seorang wanita yang baik yang lahir di bulan Ramadhan yang membawa nama dari bapaknya, Zainuri Ikhsan.
Anakku.. sudah 4 tahun kami tunggu-tunggu. Lahir di tanggal dan bulan yang sama dengan nenekmu. Nenek yang sudah lama menantimu sayang, tapi tidak pernah melihatmu. Semoga kelak kau menjadi anak yang sholihah, sehingga bisa mendoakan nenekmu yang sudah berada ditempat yang terindah.

Anakku.. 30 September 2018, bapak dan ibu baru tahu kamu ada di dalam perut ibu. Entah apa yang ada didalam pikiran ibu, antara bahagia dan bingung. Bahagia karena lama kau sudah kita tunggu. Bingung karena besoknya ibu harus PPG di Kampus mesen UNS. Dimana ibu harus berangkat ke Solo tiap hari. Awalnya ibu mau naik bus ke Solo nya, tapi pakdhe pri menyarankan untuk naik grab kalau berangkat dan pulang pakdhe pri jemput.
Kehadiranmu awalnya yang tahu hanya keluarga Sukoharjo dan Wonogiri. Kemudian ibu mengabari mb Tina, teman sekampus dulu yang besok menjadi dosen PPG. Selain itu ibu juga mengabari teman ibu, mb okta, teman PPG yang sama-sama dari Sukoharjo.
Awalnya tidak ada yang tahu kalau adek ada di perut ibu. Tapi lama-lama teman PPG mulai curiga, kenapa dulu ke kampus naik motor sekarang ngegrab, tiap ada kuliah kebanyakan tidur di kelas :) dan kalau makan kayak mau mutah gitu. Akhirnya ada yang tanya apa sedang hamil. Mau ga mau ibu jawab iya. Semua yang mendengar mengucap Alhamdulillaah.. Sayang.. kehadiranmu benar-benar membuat semua orang bersyukur atas karunia ini. terima kasih ya Alloh..

Selasa, 20 November 2018

Tetapan kesetimbangan Kimia


Tetapan Kesetimbangan

       Pada suhu tetap, dalam suatu reaksi kesetimbangan terdapat hubungan antara konsentrasi pereaksi (reaktan) dengan konsentrasi hasil reaksi (produk) terhadap tetapan kesetimbangan (K).
       Dalam suatu kesetimbangan kimia berlaku hukum Kesetimbangan yang dikenal juga dengan hukum Aksi Massayang dikemukakan oleh Cato Maximillian Guldberg dan Peter Waage.
Dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi hasil reaksidibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang ada dalam sistem kesetimbanganyang masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya mempunyai harga tetap.
Hasil bagi tersebut dinamakan tetapan kesetimbangan (K). Jadi harga tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang masing-masing zat dipangkatkan dengan koefisiennya. Perhitungan harga tetapan kesetimbangan tergantung dari jenis reaksinya.

1.    Kesetimbangan Homogen
Perhatikan reaksi berikut.
         aA   +   bB             cC   +   dD
                           [C]c.[D]d
Jadi, harga Kc = __________
                           [A]a.[B]b

Perhatikan tabel berikut.
Reaksi Kesetimbangan
Harga Kc

N2 (g)   +   3H2 (g)                    2NH3 (g)
            [NH3]2
Kc =  ___________
         [N2].[H2]3

2NO2 (g)               N2O4 (g)
           [N2O4]
Kc =  _________
          [NO2]2

Fe3+(aq)   +   CNS-(aq)              Fe(CNS)2+(aq)
           [Fe(CNS)2+]
Kc =  ________________
         [Fe3+ ].[CNS-]

2.    Kesetimbangan Heterogen
Pada kesetimbangan heterogen, zat-zat yang berada pada keadaan setimbang memiliki fase yang berbeda. Pada kesetimbangan heterogen, fase zat yang berpengaruh dalam penentuan Kc atau dalam pergeseran kesetimbangan adalah sebagai berikut :
a.         Jika terdapat fase gas (g) dan fase padat (s), yang menentukan harga Kc adalah fase gas (g).
Contoh : CaCO3 (s)                     CaO (s)   +   CO2 (g)         Kc = [CO2]
b.        Jika terdapat fase gas (g) dan fase cair (l), yang menentukan harga Kc adalah fase gas (g).
Contoh : H2O (l)                  H2O (g) Kc = [H2O]
c.         Jika terdapat fase larutan (aq) dan fase cair (l), yang menentukan harga Kc adalah fase larutan (aq)
Contoh : CH3COOH (aq)   +   H2O (l)                   CH3COO- (aq)   +   H3O(aq)
             [CH3COO-].[ H3O+]
 Kc=   ________________________
                 [CH3COOH]
d.        Jika terdapat fase larutan (aq) dan fase padat (s), yang menentukan harga Kcadalah fase larutan (aq).
Contoh : BaSO4 (s)               Ba2+(aq)   +   SO42-(aq)
 Kc = [Ba2+].[SO42-]
e.         Jika terdapat fase gas (g), fase cair (l) dan fase padat (s), yang menentukan harga Kc adalah fase gas (g).
Contoh : Ca(HCO3)2 (aq)                   CO3 (s)  +   CO2 (g)   +   H2O(l)
                                       Kc = [CO2]  

A.     Hubungan Kuantitatif Antara Pereaksi dengan Hasil Reaksi
1.      Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi (KC)
Untuk reaksi kesetimbangan :
aA + bB               cC + dD
maka :
               Kc = [C]c[D]d
              [A]a[B]b
Contoh soal :
Pada suhu tertentu terdapat reaksi kesetimbangan :
2SO3(g)               2SO2(g)   +   O2(g)
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,04M gas SO3,  0,02M gas SO2, dan0,01M gas O2, tentukan harga KC!
Penyelesaian :
Diketahui      : Setimbang : [SO3] = 0,04M
                                        [SO2] = 0,02M
                                               [O2]   = 0,01M
Ditanya      : KC = ..... ?
Jawab          : 
           [SO2]2 [O2]          (0,02)2(0,01)
KC =                    =                          = 2,5 x 10-3
               [SO3]2                  (0,04)2

Jadi, KC = 2,5  x  10-3

Contoh soal :
Ke dalam wadah 1 liter dimasukkan 3 mol gas CO dan 3 mol gas H2O, sesuai dengan reaksi kesetimbangan :
CO(g)   +   H2O(g)               CO2(g)   +   H2(g)
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,5 mol gas CO2,  tentukan harga KC!  
Penyelesaian  :
Diketahui       : Volume = 1 L
Mula-mula : mol CO = 3 mol
mol H2O = 3 mol
Setimbang : mol CO2   = 0,5 mol
Ditanya          : KC= ..... ?
Jawab            : 

      CO(g)       +      H2O(g)                CO2(g)     +        H2(g)
Mula-mula
3 mol
3 mol
-
-
Bereaksi
0,5 mol
0,5 mol
0,5 mol
0,5 mol
Setimbang
2,5 mol
2,5 mol
0,5 mol
0,5 mol

                    2,5 mol                                            2,5 mol
[CO]setimbang =            =  2,5M   [H2O]setimbang =                 =  2,5M
                   1 liter                                                 1 liter
                      0,5 mol                                               0,5 mol
[CO2]setimbang =                  = 0,5M    [H2]setimbang =                   = 0,5M
                        1 liter                                                 1 liter
    [CO2] [H2]              (0,5M)(0,5M)
              KC =                        =                                  =  0,04
      [CO][H2O]            (2,5M)(2,5M)                                                       

Jadi, KC = 0,04
Contoh soal:
Tetapan kesetimbangan reaksi 2HCl(g)              H2(g)   +   Cl2(g) adalah 0,16.
Jika 3 mol HCl dibiarkan terurai sampai terjadi kesetimbangan, tentukan jumlah mol gas Cl2 pada saat kesetimbangan!  
Penyelesaian  :
Diketahui       : KC = 0,16
Mula-mula       : mol HCl   = 3 mol                         
Ditanya           : Mol HCl setimbang  = ..... ?
Jawab             : 

      2HCl(g)              H2(g)        +       Cl2(g)     

Mula-mula
3 mol
-
-
Bereaksi
2x mol
x mol
x mol
Setimbang
(3 – 2x) mol
x mol
x mol





           [H2] [Cl2]                        ( x) (x)                                x 2
KC =                            0,16  =                        (0,4)2= 
             [HCl]2                                 (3 – 2x)2                                    (3 – 2x)
                             x
               0,4 =                                    x = 1,2 – 0,8x
                          (3 – 2x)
              1,8x = 1,2                             x = 0,67
              Jadi, x =  mol Cl2  =  0,67 mol

Contoh soal :
Tetapan kesetimbangan reaksi A(g)   +   B(g)               C(g)  adalah .
Tentukan jumlah mol zat A yang harus dicampur dengan 3 mol zat B dalam volume 1 liter untuk dapat menghasilkan 1 mol zat C pada kesetimbangan!  
Penyelesaian  :
Diketahui       :     KC =
                              Mula-mula : mol B  = 3 mol 
                              Volume = 1 L
Ditanya          :   Mol Amula-mula= ..... ?
Jawab            : 

A(g)               +           B(g)               C(g) 

Mula-mula
x mol
3 mol
-
Bereaksi
1 mol
1 mol
1 mol
Setimbang
(x – 1) mol
2 mol
1 mol





 
            (x – 1) mol
[A] =                         =  (x – 1)M
                1L

              2 mol
[B] =                      = 2 M
              1 L
              1 mol
[C] =                      = 1 M
              1 L

             [C]                                                                                 
KC  =                                                                    
            [A][B]     
                                                                                
    =   
2x - 2 =  8
   x = 5
Jadi, x =  mol Amula-mula  =  5 mol

2.      Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Parsial (Kp)
       Jika tekanan (P) masing-masing gas belum diketahui, maka untuk menghitung tekanan gas tersebut digunakan rumus :
                   koefisien gas A                                            mol gas A
Pgas A  =                                 x  Ptotal   atau    Pgas A  =                           x  Ptotal
                koefisien total gas                                          mol total gas

Menurut persamaan reaksi :
mA(g)+ n B (g )               p C(g) + q D(g)
maka :
               Kp = [PC]p[PD]q
                         [PA]m[PB]n
Contoh soal :
Pada reaksi kesetimbangan :
2SO2(g)   +   O2(g)               2SO3(g)
Tekanan parsial masing gas SO2, O2, dan SO3 adalah 2 atm, 3 atm, dan 4 atm. Tentukan harga Kp!
Penyelesaian  :
Diketahui       : Setimbang :
P SO2 = 2 atm
P O2  = 3 atm
                            P SO3 = 4 atm
Ditanya           : Kp = ..... ?
Jawab             : 

             ( PSO3)2               (4)2                      16
Kp =                           =                  =                =   1,33
        ( PSO2)2(P O2)          (2)2.(3)            12

Jadi Kp = 1,33

Contoh soal :
Pada reaksi kesetimbangan :
N2(g)    +   3H2(g)                 2NH3(g)
Jika pada keadaan setimbang, tekanan total = 12 atm, tentukan harga Kp!
Penyelesaian  :
Diketahui       : Dalam keadaan setimbang :
Karena mol zat tidak diketahui, maka gunakan koefisien zat :
                koefisien gas  N2 = 1
                koefisien gas H2    = 3     koefisien total = 1 + 3 + 2 = 6
                ● koefisien gas NH3 = 2
                ● P total  = 12 atm
Ditanya           : Kp = ..... ?
Jawab             : 
                       koefisien N2                             1
P N2=                                  x  P total  =           x  12 atm  =  2 atm
                  koefisien total gas                         6
                    koefisien H2                                      3
P H2=                                  x  P total =           x  12 atm  =  6 atm
                  koefisien total gas                     6
                    koefisien NH3                                2
P NH3 =                                  x  P total  =           x  12 atm  =  4 atm
                     koefisien total gas                          6
           ( P NH3)2                  (4)2               16
Kp =                         =                    =               = 0,037
         ( P N2)(P H2)3               ( 2).(6)        432

Jadi Kp = 0,037

Contoh soal :
10 mol gas 2SO3(g) mengalami reaksi kesetimbangan :
2SO3(g)              2SO2(g)   +   O2(g)
Jika pada keadaan setimbang, jumlah mol total gas = 12 mol dan tekanan total = 6 atm, tentukan harga Kp!
Penyelesaian  :
Diketahui       : mula-mula :mol SO3 = 10 mol
                dalam keadaan setimbang : mol total = 12 mol
                                                           tekanan total = 6 atm               
Ditanya           : Kp = ..... ?
Jawab             :
Dimisalkan gas SO3 yang bereaksi = x mol

2SO3(g)              2SO2(g)+   O2(g)
Mula-mula
10 mol
-
-
Bereaksi
x mol
x mol
½x mol
Setimbang
(10 – x) mol
x mol
½x mol

mol SO3  +  mol SO2  +  mol O2  =  mol total
  (10 – x)   +      (x)  +      (½x)   =   12
      x = 4
sehingga : mol SO3 = (10 – x) = (10 – 4) = 6 mol
mol SO2 =  x  = 4 mol
                   v  mol O2  = ½x         =    ½  x  4    = 2 mol
                     mol SO3                                              6
P SO3   =                          x  P total  =              x  6 atm  =  3 atm
                     mol total gas                           12

                      mol SO2                                             4
P SO2   =                             x  P total  =           x  6 atm  =  2 atm
                      mol total gas                          12

                      mol O2                                               2
P O2     =                             x  P total  =           x  6 atm  =  1 atm
                    mol total gas                           12

           (P SO2)2(P O2)         (2)2(1)            4           
Kp =                           =                      =               
              P(SO3)2                         (3)2               9
                    4
Jadi,Kp =
                    9

3.      Hubungan Kp dan Kc
P x V = n x R x T
Tekanan suatu gas sangat bergantung pada jumlah gas dan volume yang ditempatinya. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan persamaan gas ideal.


Keterangan :
P  = tekanan (atm)
V = volume (L)
n  = jumlah mol gas (mol)
T = suhu (K)
R = 0,082 L atm mol-1 K-1
Untuk suatu gas, yang terdapat dalam campuran beberapa gas, tekanan parsial dapat ditentukan dengan rumus berikut.
P =  x R x T

 
           

Dimana nilai   = Kemolaran (konsentrasi gas)
Perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan gas secara umum:
aM(g)    +   bN(g)   cR(g)  +  dS(g)
Tetapan kesetimbangan berdasarkan persamaan ini, yaitu :
KP     =                                Kc       =
Berdasarkan persamaan gas ideal, tekanan parsial masing-masing gas dapat ditulis sebagai berikut :
PR      = [R] RT                                  PM          = [M] RT                                            
PS        = [s] RT                                   PN           = [N] RT
Harga-harga tersebut disubstitusikan ke dalam persamaan Kp, sehingga dihasilkan :
KP       =
          =
             = KC
KP       = KC
Jika c + d = x = jumlah koefisien ruas kanan (hasil reaksi)
        a + b = y = jumlah koefisien ruas kiri (pereaksi)
sehingga dapat diturunkan hubungan KP dengan KC sebagai berikut :
KP       = KC atau KP              = KC
* x-y = n, yaitu selisih jumlah koefisien ruas kanan dengan jumlah koefisien  ruas kiri.
Keterangan :
Kp = tetapan kesetimbangan tekanan gas (atm)
Δn = selisih jumlah koefisien gas kanan dan jumlah koefisien gas kiri
R = tetapan gas = 0,082 L atm mol–1K-1
T = suhu (K = °C + 273)

Contoh soal :
Dalam volume 2 L dimasukkan 5 mol gas PCl5 dan dibiarkan terjadi kesetimbangan dengan persamaan reaksi :
PCl5(s)                PCl3(g)   +   Cl2(g)
Jika pada keadaan setimbang, terdapat 2 mol Cl2 tentukan harga Kp pada pengukuran suhu 27oC !
Penyelesaian  :
Diketahui       : Volume = 2 L
dalam keadaan setimbang : mol = 2mol               
Ditanya           : Kp = ..... ?
Jawab             :

       PCl5 (g)                    PCl3(g)+         Cl2 (g)
Mula-mula
5 mol
-
-
Bereaksi
2 mol
2 mol
2 mol
Setimbang
3 mol
2 mol
2 mol

            [PCl3] [Cl2]       (2 mol/2 L) (2 mol/2 L)              
Kc  =                         =                                          = 2/3
               [PCl5]                     (3 mol/2 L)
Kp = Kc.(R x T)2 – 1
      = Kc x R x T
      = 2/3  x  0,0823 L.atm.mol-1.K-1  x  300K
      = 16,4
Jadi,  Kp = 16,4

4.      Derajat Disosiasi (α)
Disosiasi adalah peristiwa penguraian suatu zat menjadi zat-zat lain  yang lebih sederhana menurut persamaan reaksi kesetimbangan.
          Contoh reaksi disosiasi :
          2SO3(g)                        2SO2(g)   +   O2(g)
          PCl5(g)                         PCl3(g)   +   Cl2(g)
          2NH3(g)                        N2(g)   +   3H2(g)
          N2O4(g)                         2NO2(g)
Derajat  disosiasi adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (mula-mula).
          Derajat disosiasi (α) dapat berupa :
Angka desimal : nilainya antara 0 < α < 1 atau
                            jumlah mol zat terurai                mula-mula = awal
Rumus :α =                                                                terurai =bereaksi
                          jumlah mol zat mula-mula 

         Persentase        :  nilainya antara 0 < α < 100%

                                    jumlah mol zat terurai
Rumus :α =                                                            x  100%
                                  jumlah mol zat mula-mula

Catatan :               Setimbang = mula-mula  -  bereaksi
Contoh soal :
Diketahui 0,8 mol gas PCl5 dibiarkan terurai sampai tercapai reaksi kesetimbangan.
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,2 mol gas klor, tentukan nilai derajat disosiasi PCl5!  Penyelesaian :
  Diketahui      : mula-mula : mol PCl5 = 0,8 mol
  setimbang  : mol Cl2   = 0,2 mol
  Ditanya          : α PCl5= ..... ?
  Jawab            : 

       PCl5 (g)                    PCl3(g)    +         Cl2 (g)
Mula-mula
0,8 mol
-
-
Terurai
0,2 mol
0,2 mol
0,2 mol
Setimbang
0,6 mol
0,2 mol
0,2 mol

                                  jumlah mol zat terurai              0,2 mol
Rumus :α =                                                             =                   =  0,25
                              jumlah mol zat mula-mula           0,8 mol
                                 Jadi, derajat disosiasi PCl5 = 0,25


5.      Penentuan Nilai Tetapan Kesetimbangan berdasarkan Derajat Disosiasi
Contoh soal :
Di bejana tertutup yang volumenya  2 L dipanaskan 0,1 mol gas NH3 hingga terurai membentuk reaksi setimbang :
                                            2 NH3(g) 2 NH2(g) + H2(g)
Jika derajat disosiasinya, α = 0,2 ; hitunglah nilai tetapan kesetimbangannya (Kc)
Penyelesaian :
Diketahui     : V = 2 L
                           Mol gas NH3 mula-mula = 0,1 mol
                           α = 0,2
Ditanya        :  nilai tetapan kesetimbangannya (Kc) = ?
Jawab           :
      (α) = 
     0,2 =     mol zat yang terurai
                   0,1 mol
      mol zat yang terurai = 0,2 x 0,1 mol = 0,02 mol
2 NH3(g)    2 NH2(g) +    H2(g)
            Mula – mula :              0,1 mol                      -                    -
            Bereaksi             :     - 0,02 mol           + 0,02 mol       + 0,01 mol
            Setimbang          :        0,08 mol          0,02 mol             0,01 mol

            Konsentrasi NH3=  mol NH3 : volume = 0,08 mol : 1 L = 0,08 M
            Konsentrasi NH2 =  mol NH2 : volume = 0,02 mol : 1 L = 0,02 M
            Konsentrasi  H2 =  mol H2 : volume = 0,01 mol : 1 L = 0,01 M

            Kc =  [NH2]2 [H2]
                        [NH3]2
            Kc =  [0,02]2 [0,01]
                        [0,08]2
   Kc =  0,0004 x 0,01
               0,0064
   Kc =  0,000625
            Jadi nilai tetapan kesetimbangannya adalah 0,000625.