Tetapan Kesetimbangan
Pada suhu tetap, dalam suatu reaksi
kesetimbangan terdapat hubungan antara konsentrasi pereaksi (reaktan) dengan
konsentrasi hasil reaksi (produk) terhadap tetapan kesetimbangan (K).
Dalam suatu kesetimbangan
kimia berlaku hukum Kesetimbangan yang dikenal juga dengan hukum Aksi Massayang
dikemukakan oleh Cato Maximillian Guldberg dan Peter Waage.
Dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi hasil
reaksidibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang ada dalam sistem
kesetimbanganyang masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya mempunyai
harga tetap.
Hasil bagi tersebut dinamakan tetapan kesetimbangan (K). Jadi
harga tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (Kc) adalah
hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali
konsentrasi pereaksi yang masing-masing zat dipangkatkan dengan koefisiennya.
Perhitungan harga tetapan kesetimbangan tergantung dari jenis reaksinya.
1. Kesetimbangan
Homogen
Perhatikan reaksi berikut.
aA +
bB cC + dD
[C]c.[D]d
Jadi, harga Kc = __________
[A]a.[B]b
Perhatikan tabel berikut.
|
Reaksi
Kesetimbangan
|
Harga
Kc
|
|
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3
(g)
|
[NH3]2
Kc = ___________
[N2].[H2]3
|
|
2NO2 (g) N2O4
(g)
|
[N2O4]
Kc = _________
[NO2]2
|
|
Fe3+(aq) + CNS-(aq)
Fe(CNS)2+(aq)
|
[Fe(CNS)2+]
Kc = ________________
[Fe3+
].[CNS-]
|
2. Kesetimbangan
Heterogen
Pada
kesetimbangan heterogen, zat-zat yang berada pada keadaan setimbang memiliki
fase yang berbeda. Pada kesetimbangan heterogen, fase zat yang berpengaruh dalam
penentuan Kc atau dalam pergeseran kesetimbangan adalah sebagai
berikut :
a.
Jika
terdapat fase gas (g) dan fase padat (s), yang menentukan harga Kc
adalah fase gas (g).
Contoh : CaCO3 (s) CaO
(s) + CO2
(g) Kc = [CO2]
b.
Jika terdapat
fase gas (g) dan fase cair (l), yang menentukan harga Kc adalah fase
gas (g).
Contoh : H2O (l)
H2O
(g) Kc = [H2O]
c.
Jika
terdapat fase larutan (aq) dan fase cair (l), yang menentukan harga Kc
adalah fase larutan (aq)
Contoh : CH3COOH (aq) + H2O
(l) CH3COO- (aq) + H3O(aq)
[CH3COO-].[
H3O+]
Kc= ________________________
[CH3COOH]
d.
Jika
terdapat fase larutan (aq) dan fase padat (s), yang menentukan harga Kcadalah
fase larutan (aq).
Contoh : BaSO4 (s) Ba2+(aq) + SO42-(aq)
Kc =
[Ba2+].[SO42-]
e.
Jika
terdapat fase gas (g), fase cair (l) dan fase padat (s), yang menentukan harga
Kc adalah fase gas (g).
Contoh : Ca(HCO3)2 (aq) CO3 (s) + CO2
(g) + H2O(l)
Kc = [CO2]
A.
Hubungan
Kuantitatif Antara Pereaksi dengan Hasil Reaksi
1. Tetapan
Kesetimbangan Berdasarkan Konsentrasi (KC)
Untuk reaksi kesetimbangan :
aA + bB cC + dD
maka :
Kc
= [C]c[D]d
[A]a[B]b
Contoh soal :
Pada suhu tertentu terdapat reaksi kesetimbangan :
2SO3(g)
2SO2(g) + O2(g)
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,04M gas SO3, 0,02M gas SO2, dan0,01M gas O2,
tentukan harga KC!
Penyelesaian :
Diketahui
: Setimbang : [SO3]
= 0,04M
[SO2]
= 0,02M
[O2] = 0,01M
Ditanya
: KC =
..... ?
Jawab
:
[SO2]2
[O2] (0,02)2(0,01)
KC
= = = 2,5 x 10-3
[SO3]2 (0,04)2
Jadi, KC
= 2,5 x
10-3
Contoh soal :
Ke dalam wadah 1 liter dimasukkan 3 mol gas CO dan 3 mol gas H2O,
sesuai dengan reaksi kesetimbangan :
CO(g)
+ H2O(g) CO2(g) + H2(g)
Jika pada keadaan setimbang terdapat 0,5 mol gas CO2, tentukan harga KC!
Penyelesaian
:
Diketahui : Volume = 1 L
Mula-mula : mol CO = 3 mol
mol H2O = 3 mol
Setimbang : mol CO2 =
0,5 mol
Ditanya : KC= ..... ?
Jawab :
|
|
CO(g) + H2O(g) CO2(g) +
H2(g)
|
|||
|
Mula-mula
|
3 mol
|
3 mol
|
-
|
-
|
|
Bereaksi
|
0,5 mol
|
0,5 mol
|
0,5 mol
|
0,5 mol
|
|
Setimbang
|
2,5 mol
|
2,5 mol
|
0,5 mol
|
0,5 mol
|
2,5 mol 2,5
mol
● [CO]setimbang = =
2,5M ● [H2O]setimbang = = 2,5M
1 liter 1
liter
0,5
mol
0,5 mol
● [CO2]setimbang = = 0,5M ● [H2]setimbang
= = 0,5M
1 liter 1 liter
[CO2] [H2] (0,5M)(0,5M)
KC = = =
0,04
[CO][H2O] (2,5M)(2,5M)
Jadi, KC
= 0,04
Contoh soal:
Tetapan kesetimbangan reaksi 2HCl(g) H2(g) + Cl2(g)
adalah 0,16.
Jika 3 mol HCl dibiarkan terurai sampai terjadi kesetimbangan, tentukan
jumlah mol gas Cl2 pada saat kesetimbangan!
Penyelesaian
:
Diketahui : KC = 0,16
Mula-mula : mol HCl = 3 mol
Ditanya : Mol HCl setimbang
= ..... ?
Jawab :
|
|
2HCl(g) H2(g) + Cl2(g)
|
|||
|
Mula-mula
|
3 mol
|
-
|
-
|
|
|
Bereaksi
|
2x mol
|
x mol
|
x mol
|
|
|
Setimbang
|
(3 – 2x) mol
|
x mol
|
x mol
|
|
[H2]
[Cl2] (
x) (x) x 2
KC = 0,16 = (0,4)2=
[HCl]2 (3 – 2x)2 (3
– 2x)
x
0,4 = x = 1,2 – 0,8x
(3 – 2x)
1,8x = 1,2 x = 0,67
Jadi, x = mol Cl2 = 0,67
mol
Contoh soal :
Tetapan kesetimbangan reaksi A(g) +
B(g) C(g) adalah ⅛.
Tentukan jumlah mol zat A yang harus dicampur dengan 3 mol zat B dalam
volume 1 liter untuk dapat menghasilkan 1 mol zat C pada kesetimbangan!
Penyelesaian
:
Diketahui :
KC = ⅛
Mula-mula : mol B = 3 mol
Volume = 1 L
Ditanya
: Mol Amula-mula= ..... ?
Jawab
:
|
|
A(g) + B(g) C(g)
|
|||
|
Mula-mula
|
x mol
|
3 mol
|
-
|
|
|
Bereaksi
|
1 mol
|
1 mol
|
1 mol
|
|
|
Setimbang
|
(x – 1) mol
|
2 mol
|
1 mol
|
|
(x – 1) mol
[A] = = (x
– 1)M
1L
2 mol
[B] = = 2 M
1 L
1 mol
[C] = = 1 M
1 L
[C]
KC
=
[A][B]
⅛
=
2x - 2 =
8
x =
5
Jadi, x
= mol Amula-mula = 5
mol
2. Tetapan
Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan Parsial (Kp)
Jika tekanan (P) masing-masing gas belum diketahui, maka untuk
menghitung tekanan gas tersebut digunakan rumus :
koefisien
gas A
mol gas A
Pgas
A = x Ptotal
atau
Pgas A = x Ptotal
koefisien total gas mol
total gas
Menurut persamaan reaksi :
mA(g)+ n B (g ) p C(g) + q D(g)
maka :
Kp
= [PC]p[PD]q
[PA]m[PB]n
Contoh
soal :
Pada reaksi kesetimbangan :
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
Tekanan parsial masing gas SO2, O2,
dan SO3 adalah 2 atm, 3 atm, dan 4 atm. Tentukan harga Kp!
Penyelesaian :
Diketahui : Setimbang :
P SO2 = 2 atm
P O2 = 3 atm
P SO3 = 4 atm
Ditanya : Kp = ..... ?
Jawab :
( PSO3)2
(4)2 16
Kp = = = = 1,33
( PSO2)2(P
O2) (2)2.(3)
12
Jadi Kp = 1,33
Contoh soal :
Pada reaksi kesetimbangan :
N2(g) +
3H2(g)
2NH3(g)
Jika pada keadaan setimbang, tekanan total =
12 atm, tentukan harga Kp!
Penyelesaian :
Diketahui : Dalam keadaan setimbang :
Karena mol zat tidak diketahui, maka gunakan
koefisien zat :
● koefisien gas N2 = 1
● koefisien gas H2 = 3
koefisien total = 1 + 3 + 2 = 6
●
koefisien gas NH3 = 2
● P total = 12 atm
Ditanya : Kp = ..... ?
Jawab :
koefisien N2 1
● P N2= x P total
= x 12 atm
= 2 atm
koefisien
total gas 6
koefisien H2 3
● P H2= x P total = x
12 atm = 6 atm
koefisien
total gas 6
koefisien NH3 2
● P NH3 = x P total
= x 12 atm
= 4 atm
koefisien total gas 6
( P NH3)2 (4)2 16
Kp = = = = 0,037
( P N2)(P H2)3
( 2).(6)
432
Jadi Kp = 0,037
Contoh
soal :
10 mol gas 2SO3(g) mengalami
reaksi kesetimbangan :
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
Jika pada keadaan setimbang, jumlah mol total
gas = 12 mol dan tekanan total = 6 atm, tentukan harga Kp!
Penyelesaian :
Diketahui : mula-mula :● mol
SO3 = 10 mol
dalam keadaan setimbang : ● mol total = 12 mol
● tekanan total = 6 atm
Ditanya : Kp = ..... ?
Jawab :
Dimisalkan gas SO3 yang bereaksi =
x mol
|
|
2SO3(g) 2SO2(g)+ O2(g)
|
||
|
Mula-mula
|
10 mol
|
-
|
-
|
|
Bereaksi
|
x mol
|
x mol
|
½x mol
|
|
Setimbang
|
(10 – x) mol
|
x mol
|
½x mol
|
mol SO3
+ mol SO2 + mol
O2 = mol total
(10 – x) +
(x) + (½x) = 12
x = 4
sehingga : mol SO3 = (10 – x) = (10 – 4) = 6
mol
mol SO2 =
x = 4 mol
v mol O2 = ½x = ½ x 4 =
2 mol
mol SO3 6
● P SO3
= x P total
= x 6 atm
= 3 atm
mol total gas
12
mol SO2 4
● P SO2
=
x P total =
x 6 atm = 2
atm
mol total gas
12
mol O2
2
● P O2 = x P total
= x 6 atm
= 1 atm
mol total gas
12
(P SO2)2(P
O2) (2)2(1) 4
Kp = = =
P(SO3)2 (3)2
9
4
Jadi,Kp
=
9
3. Hubungan
Kp dan Kc
|
P x V = n x R x
T
|
Keterangan :
P = tekanan (atm)
V = volume (L)
n = jumlah mol gas (mol)
T = suhu (K)
R = 0,082 L atm mol-1
K-1
Untuk suatu gas,
yang terdapat dalam campuran beberapa gas, tekanan parsial dapat ditentukan
dengan rumus berikut.
|
P
=
x R x T
|
Dimana nilai
= Kemolaran (konsentrasi gas)
Perhatikan persamaan reaksi
kesetimbangan gas secara umum:
aM(g) +
bN(g)
cR(g) + dS(g)
Tetapan kesetimbangan
berdasarkan persamaan ini, yaitu :
KP =
Kc =
Berdasarkan persamaan gas ideal, tekanan parsial masing-masing gas dapat
ditulis sebagai berikut :
PR = [R] RT PM = [M] RT
PS = [s] RT PN = [N] RT
Harga-harga tersebut disubstitusikan ke dalam persamaan Kp, sehingga dihasilkan :
KP =
=
= KC
KP = KC
Jika c + d
= x = jumlah koefisien ruas kanan (hasil reaksi)
a + b = y = jumlah koefisien ruas kiri
(pereaksi)
sehingga
dapat diturunkan hubungan KP dengan KC sebagai berikut :
KP = KC
atau KP =
KC
* x-y =
n, yaitu selisih jumlah koefisien ruas kanan dengan
jumlah koefisien ruas kiri.
Keterangan :
Kp = tetapan kesetimbangan tekanan gas
(atm)
Δn = selisih jumlah koefisien gas kanan dan jumlah
koefisien gas kiri
R = tetapan gas = 0,082 L atm mol–1K-1
T = suhu (K = °C + 273)
Contoh
soal :
Dalam volume 2 L dimasukkan 5 mol gas PCl5
dan dibiarkan terjadi kesetimbangan dengan persamaan reaksi :
PCl5(s) PCl3(g) + Cl2(g)
Jika pada keadaan setimbang, terdapat 2 mol
Cl2 tentukan harga Kp pada pengukuran suhu 27oC !
Penyelesaian :
Diketahui : Volume = 2 L
dalam keadaan setimbang : ● mol = 2mol
Ditanya : Kp = ..... ?
Jawab :
|
|
PCl5 (g) PCl3(g)+ Cl2 (g)
|
||
|
Mula-mula
|
5 mol
|
-
|
-
|
|
Bereaksi
|
2 mol
|
2 mol
|
2 mol
|
|
Setimbang
|
3 mol
|
2 mol
|
2 mol
|
[PCl3] [Cl2] (2 mol/2 L) (2 mol/2 L)
Kc
= = = 2/3
[PCl5] (3 mol/2 L)
Kp = Kc.(R x T)2 – 1
=
Kc x R x T
=
2/3 x
0,0823 L.atm.mol-1.K-1 x 300K
=
16,4
Jadi, Kp = 16,4
4. Derajat
Disosiasi (α)
Disosiasi adalah peristiwa penguraian suatu zat menjadi
zat-zat lain yang lebih sederhana
menurut persamaan reaksi kesetimbangan.
Contoh
reaksi disosiasi :
2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)
PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)
N2O4(g) 2NO2(g)
Derajat disosiasi
adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai
(mula-mula).
Derajat
disosiasi (α) dapat berupa :
Angka desimal : nilainya antara 0 < α <
1 atau
jumlah mol zat
terurai ● mula-mula
= awal
Rumus :α
=
● terurai =bereaksi
jumlah mol zat mula-mula
Persentase :
nilainya antara 0 < α < 100%
jumlah mol
zat terurai
Rumus :α
=
x 100%
jumlah mol
zat mula-mula
Catatan : Setimbang = mula-mula -
bereaksi
Contoh soal :
Diketahui
0,8 mol gas PCl5 dibiarkan terurai sampai tercapai reaksi
kesetimbangan.
Jika
pada keadaan setimbang terdapat 0,2 mol gas klor, tentukan nilai derajat disosiasi
PCl5! Penyelesaian :
Diketahui : mula-mula : mol PCl5 = 0,8 mol
setimbang : mol Cl2 = 0,2 mol
Ditanya : α PCl5=
..... ?
Jawab :
|
|
PCl5 (g) PCl3(g) +
Cl2 (g)
|
||
|
Mula-mula
|
0,8 mol
|
-
|
-
|
|
Terurai
|
0,2 mol
|
0,2 mol
|
0,2 mol
|
|
Setimbang
|
0,6 mol
|
0,2 mol
|
0,2 mol
|
jumlah mol
zat terurai 0,2 mol
Rumus :α
=
= = 0,25
jumlah mol zat
mula-mula 0,8 mol
Jadi, derajat disosiasi PCl5 = 0,25
5. Penentuan Nilai Tetapan Kesetimbangan berdasarkan
Derajat Disosiasi
Contoh soal :
Di bejana tertutup yang
volumenya 2 L dipanaskan 0,1 mol gas NH3
hingga terurai membentuk reaksi setimbang :
2 NH3(g)⇄ 2 NH2(g) + H2(g)
Jika derajat disosiasinya, α = 0,2 ; hitunglah nilai tetapan kesetimbangannya (Kc)
Penyelesaian :
Diketahui : V = 2 L
Mol gas NH3 mula-mula
= 0,1 mol
α = 0,2
Ditanya :
nilai tetapan kesetimbangannya (Kc) = ?
Jawab :
(α) =
0,2
= mol zat yang terurai
0,1 mol
mol zat
yang terurai = 0,2 x 0,1 mol = 0,02 mol
2 NH3(g)⇄ 2 NH2(g) + H2(g)
Mula – mula : 0,1 mol - -
Bereaksi :
- 0,02 mol + 0,02 mol + 0,01 mol
Setimbang
: 0,08 mol 0,02
mol 0,01 mol
Konsentrasi NH3= mol NH3 : volume = 0,08 mol : 1 L
= 0,08 M
Konsentrasi NH2 = mol NH2 : volume = 0,02 mol : 1 L
= 0,02 M
Konsentrasi H2 = mol H2 : volume = 0,01 mol : 1 L =
0,01 M
Kc = [NH2]2 [H2]
[NH3]2
Kc = [0,02]2 [0,01]
[0,08]2
Kc = 0,0004 x 0,01
0,0064
Kc = 0,000625
Jadi nilai tetapan kesetimbangannya adalah 0,000625.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar